Riwayat Majalah Aquila

0
420
Dua seminaris yang mewakili Seminari Menengah Mertoyudan menerima penghargaan. Majalah “Aquila”, Seminari Menengah St. Petrus Kanisius Mertoyudan pernah mendapatkan HIDUP AWARD untuk penggunaan Bahasa Indonesia terbaik pada Mei 2017.

Pada 10 Maret 1929, Rm. Schemedding SJ mulai mengorganisir seksi Paulus di Seminari Yogyakarta (Tahun 1911-1941, Seminari ini masih bertempat di Yogyakarta sebelum akhirnya dipindah ke Mertoyudan pada tahun 1941 sampai sekarang). Seksi ini menerbitkan renungan-renungan dan tulisan terjemahan dari naskah berbahasa asing. Saat itulah, boleh dikata untuk pertama kalinya kegiatan tulis menulis (jurnalistik) dimulai di seminari ini. Tak lama kemudian lahirlah majalah seminari yang nantinya akan bernama Seminari Mertoyudan ini, dengan nama KARTI MUDA, yang sekarang lebih terkenal dengan nama AQUILA.

AQUILA lahir dengan nama KARTI MUDA pada tanggal 12 Januari 1930. Kelahiran tersebut juga memelopori lahirnya dunia jurnalistik di seminari. Sejak KARTI MUDA lahir, para seminaris tempoe doeloesemakin terampil menulis meskipun dengan sarana dan prasarana yang masih sederhana dan terbatas. Dengan semangat Sumpah Pemoeda (tahun 1928), mereka dapat menerbitkan KARTI MUDA dengan penjilidan yang masih sederhana.

Di usianya yang ketiga, KARTI MUDA berubah menjadi Aquila, yang juga merupakan singkatan dari Augeamus Quam Impensissime Laudem Altissimi (Marilah Kita Menambah Kemuliaan Tuhan Sekuat Mungkin) yang merupakan semboyan reflektif dari seorang seminaris bernama Soediman Kedunggubah yang dikemudian hari dikenal sebagai pendiri Universitas Sanata Dharma yaitu Prof. Dr. Driyarkara, SJ. Pada masa itu, majalah ini lebih dikenal dalam artian rajawali saja daripada semboyan tadi. Akan tetapi, nama itu hanya bertahan 29 tahun. Pada tahun 1962-1970, nama Aquila diubah dengan nama BAMBU oleh Rm. Tan Soe I, SJ yang dahulu tinggal di Pakem. Nama BAMBU diambil dengan konotasi bahwa bambu merupakan tumbuhan yang mempunyai kemampuan tumbuh yang hebat dan tahan uji. Nama ini juga tidak bertahan lama. Nama BAMBU diubah dengan nama AQUILA (penulisan dengan huruf besar) pada tahun 1970. Nama AQUILA kali ini lebih menekankan semboyan dari Prof. Dr. Driyarkara, SJ daripada dalam artian rajawali. Nama ini diangkat sebagai usaha untuk mendekatkan diri dengan Yesus yang memanggil dan mengandung harapan bahwa dengan terlibat secara langsung maupun tidak langsung dalam AQUILA, kita dapat semakin menambah kemuliaan Tuhan.

Memang pada awalnya, AQUILA lebih memfokuskan diri untuk intern seminari saja tetapi Rm. Soenarwidjaja, SJ mengambil inisiatif untuk mengoperasikan AQUILA sebagai majalah panggilan dan tentunya sebagai pewarta iman Katolik. Arah dan tujuannya itu diharapkan dapat tersirat dari isi yang dibawakannya yaitu mengupas permasalahan dan kepentingan kaum muda Katolik, khususnya dan umat Katolik, umumnya. Jadi, semenjak itu, AQUILA tidak hanya menyajikan rubrik sekitar seminari saja melainkan lebih luas pada informasi-informasi yang berhubungan dengan panggilan.

Pada masa kepemimpinan Gregorius Surya Setyanugraha, yang pada waktu itu masih berada di MM2 (tahun 2009), AQUILA reborn dengan rubrik-rubrik yang lebih segar dalam tugasnya sebagai majalah panggilan dan pewarta iman Katolik. Semua tradisi tentang isi atau rubrik-rubriknya memang sengaja diubah supaya AQUILA yang semakin tua dapat kembali menjadi muda dan segar serta bersemangat dalam menanamkan nilai-nilai jurnalistik. Tujuan dilahirkannya AQUILA dengan konsep yang baru bukan untuk euphoria sesaat dan supaya AQUILA terlihat sangar melainkan untuk kelanjutan nasib AQUILA di kemudian hari. Harapannya adalah semoga dengan rubrik-rubrik yang baru dan segar ini, AQUILA dapat bertahan lama dalam sejarah AQUILA dan semakin diterima baik di luar maupun di dalam.

AQUILA edisi “RELASI DAN PANGGILAN” menjadi tonggak dimulainya reborn AQUILA. AQUILA edisi reborn pertama ini terbit pada tanggal 9 September 2009, diterbitkan oleh Cahaya Timur Offset dan masa kepemimpinan Gregorius Prima Dedy Saputro danteamwork. Dan berarti berakhirlah sudah AQUILA dengan rubrik yang lama dan akan menggunakan rubrik yang lebih segar dan baru dengan segala pertimbangan dan persetujuan dari AQUILAWAN dan moderator (dalam kepemimpinan Rm.Agustinus Setyodarmono,SJ dan Rm.Benito,OCSO) 

AQUILA BLOG EDITION
Pada bulan Desember 2009, muncul ide untuk membuat sebuah website khusus majalah AQUILA. Sayangnya ide ini tidak dikabulkan, namun masih diberi kesempatan untuk membuat blog. Pada bulan Januari 2010, mulailah dikembangkan sebuah blog dari majalah aquila dengan judul Aquila Blog Edition. Kelebihan dari Aquila blog edition adalah isinya yang diusahakan up to date dan memuat banyak karya yang diterima redaksi, namun belum sempat ditampilkan  di majalah AQUILA.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here