Ambulasi Merto Bali di Pulau Serangan

0
238

Sabtu, 21 April 2018, Devan dan Audrei menunjukkan tulisan yang telah mereka berdua persiapkan dari rumah: Selamat Hari Hartini dan Ambulasi Secuil X-Merto. Mereka membuat dan mewarnai tulisan tersebut bersama dengan ayahnya pada malam sebelumnya. Tulisan ini digunakan untuk foto bersama pada pertemuan Merto Bali di Pulau Serangan.

Awalnya, seminggu sebelumnya, ada posting karikatur mengenai successful man dan unsuccessful man. Orang yang berhasil di dalam hidup digambarkan dengan mengendarai mobil namun ia menggerutu karena terjebak dalam kemacetan. Sedangkan orang yang tidak berhasil dalam hidup digambarkan dengan berjalan kaki namun gembira. Secara spontan, Fransicus Agung Marsono chat, “Ambulasi kuwi, wenak.” Akhirnya diputuskan untuk ambulasi di Pulau Serangan, salah satu tempat yang dikenal untuk makan ikan, sebuah pulau reklamasi sejauh 50 meter dari Pulau Bali yang dihubungkan oleh jembatan.

YB Mangunwijaya menuliskan dalam Pancapramana mengenai spontanitas sebagai salah satu hal yang menghidupkan komunitas dan tidak boleh distrukturalkan karena akan membuat komunitas menjadi kaku. Pertemuan ini sementara ini hanya dihadiri oleh dua orang. Sebenarnya ada dua teman Merto lagi yang konfirmasi untuk hadir, yaitu Andreas Tubagus dan Wahyu Kuncoro, namun berhalangan karena Andreas ada pekerjaan mendadak dan anaknya Wahyu sakit. Kebetulan empat belas teman Merto yang lain sedang ada rapat Credit Union Charitas di tempat Martinus Sumerta di Abianbase. Lalu Tito Febriano dan “Lurah Merto Bali” Rufinus Alto Istyana berhalangan pula karena pekerjaan. Sekali lagi acara ini bersifat spontan.

Ada tiga topik yang menarik. Pertama, sharing bagaimana masing-masing sampai di Bali, mereview kembali perjalanan sampai di Bali. Kebetulan dua orang yang berkumpul, Agung dan saya merantau di Bali.

Kedua, ada diskusi menarik mengenai pendidikan secara umum, dan pendidikan katolik (sekolah katolik) scr khusus. Bagian yg menarik adalah Devan dan Audrei memutuskan utk memilih sekolah sekolah mereka. Setelah sekian banyak kunjungan ke sekolah-sekolah di dekat rumah, akhirnya Devan dan Audrei sendiri memilih Sekolah Soverdi yang dikelola oleh para imam Serikat Sabda Allah (SVD). Bahan pertimbangan keputusan mereka sederhana, yaitu sekolah yg ada salib Yesusnya. Ada perspektif partisipatif dalam pendidikan anak sejak usia dini, salah satunya melibatkan anak dalam pengambilan keputusan dalam banyak hal di dalam keseharian mereka. Selebihnya topik ini juga sampai pada pengelolaan sekolah dan bagaimana kompetisi sekolah semakin keras terkait dengan keunggulan kompetitif yang berkelanjutan. Sekolah katolik mahal sementara kualitas sekolah katolik belum tentu lebih baik. Salah satunya adalah mengenai kemungkinan the right man in the right place, siapa yang mengelola lembaga pendidikan Katolik tersebut dan sejauh mana ia mampu untuk menciptakan breakthrough dalam mensiasati tantangan sekolah Katolik yang dikenal mahal. Kami masing-masing menyadari bahwa latar belakang keluarga dan lingkungan kami miskin terkait financial literacy. Para imam, bruder dan suster yang mengelola lembaga-lembaga pendidikan katolik bisa jadi lemah dalam financial literacy.

Di tengah obrolan ambulasi, tiba-tiba ada nomor yang tidak dikenal menghubungi saya, “Saya Miko, KPP’87. Saya dapat informasi dari Mas Toro, ada ambulasi Merto Bali. Apakah saya belum terlambat untuk bergabung?” Mikael Onni Setiawan yang sering dipanggil Miko, berada di Nusa Dua dalam rangka pekerjaan. Setibanya Mas Miko, ada diskusi menarik mengenai dinamika organisasi atau korporasi terkait mekanisme review atau monitoring evaluasi (monev). Ada praktek yang berbeda terkait monitoring dan evaluasi yang melibatkan aktifitas notulensi dan tanpa aktifitas notulensi. Notulensi membutuhkan waktu untuk mencatat, mendokumentasikan, mengkomunikasikan kembali, dan mereview pada pertemuan selanjutnya. Di tempat Agung bekerja, dilakukan dua minggu sekali review bersama antara customer dan tim perusahaan. Sementara berdasarkan Knowledge Management, Miko mengungkapkan bahwa notulensi merupakan bagian yang penting dan harus dilakukan. Bagian terakhir ini belum tuntas dibicarakan mengingat bahwa waktu ambulasi sudah lama dan anak-anak sudah mengantuk.

Pada hari ini Rufinus Alto Istyana berulang tahun. Selamat ulang tahun Pak Lurah Merto Bali. Berkah Dalem.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here