Mengalirlah Lagu-lagu Gregorian

0
398
Jay Wijayanto (kanan). (IASM/Kukuh)

SENIN 11 Juni kemarin bertempat di Usmar Ismail Hall Kuningan, Jakarta tiba tiba terdengar pendarasan doa Laudes yang jarang didengar banyak orang. Adegan terasa hening karena didaraskan 51 seminaris Seminari menengah Mertoyudan. Mereka mendaraskan sambil berjalan dengan begitu tenang. Mereka memakai kostum jubah putih dan coklat dengan penutup kepala berwarna coklat yang menjadi ciri khas kehidupan para rahib. Suasana doa begitu terasa dan inilah aura pembuka Canis Choir.

Selanjutnya mengalirlah lagu-lagu klasik Gregorian, lagu pop Barat, sekaligus lagu lagu Nusantara. Di mulai dari Exultate Iusti In Domino, Cantate Domino , Ave maria, Salve regina sampai Completorium. Setelah puas lagu lagu klasik, penonton diajak menikmati lagu daerah seperti, Sio Mama dari Maluku, lagu pop Jangan Menyerah karya D’Masiv dan lagu The Beatles The Long and Winding Road & I Will. Seal Lullaby sampai lagu Baba Yetu. Lagu Indonesia Pusaka memberikan nuansa yang berbeda karena Jay mengajak penonton ikut bernyanyi secara benar dan menarik.

Sebagai penutup mengalirlah lagu Ndherek Dewi Mariyah (Meneladan Bunda Maria). Lagu ini sangat indah dan menjadi semacam lagu wajib terutama bagi teman teman yang berasal dari Jawa Tengah. Lagu ini menceritakan tentang keteladanan Bunda Maria yang penuh kesederhanaan, keibuan dan kebaikan hati. Beliau sosok ibu yang selalu melindungi anak-anaknya, selalu memberikan keteduhan ketika kita ada dalam badai.

Sebuah penutup yang sangat indah.

Canis Choir menjadi hidup karena Jay Wijayanto dengan cerdasnya mengajak para penonton dengan kisah kisah menarik dibalik lagu lagu yang akan dinyanyikan, atau back ground kehidupan seminaris serta tujuan acara ini. Jay memainkan peranan sebagai narator sekaligus conductor. Jay didampingi Alex Henry Eko Prabowo sebagai conductor.

Bagi saya pribadi , Canis Choir mencoba mengembangkan nilai-nilai formation seperti etika dasar, sikap-sikap positif terhadap orang lain, membangun kedisiplinan diri , kesigapan dan mau bekerjasama dalam tim atau kelompok. Canis Choir bertujuan membangun kepercayaan diri para seminaris.

Canis Choir merupakan salah satu contoh konkret keterlibatan alumni kepada almamaternya. Jay angkatan 81 dengan teman teman angkatannya seperti Krisdaryadi, Setiohutomo, Antonius Efendi, Ari Wibowo, Pujo Nugroho, Y Hartono, Dwiko, Juan Sumampouw, Daru dll telah mempersiapkan acara ini selama 6 bulan dengan kesiplinan dan tekad yang hebat. Sebuah prestasi yang mengagumkan dan layak ditiru angkatan lain.

Musik dan bunga sering disebut sebagai universal language yang merupakan simbol dari kehidupan dan keindahan. Ada sebuah kejutan, Jay tiba tiba dari pangung memanggil nama saya. Jay bilang lagu Congratulations ini dipersembahkan untuk wiryawan dan istri yang hari ini merayakan wedding anniversary. Lalu salah satu seminaris dari pangung memberikan hand bouquets kepada istri saya.

Terima kasih Jay dan Canis Choir. Kalian telah mempersembahkan kasih melalui nyanyian. Kasih selalu berawal dari hati dan selalu menyentuh hati. Itulah yang kami rasakan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here