Ngumpulke Balung Pisah Reuni Kpp98

0
528

Hari Minggu, 19 Juli 1998 adalah hari pertama kami bertemu dan memulai proses formatio di Seminari Menengah St. Petrus Canisius Mertoyudan.

Pengalaman formatio di Seminari Mertoyudan menjadi kerangka dasar untuk mengolah hidup kami selanjutnya. Siapa dan bagaimana kami saat ini, tidak dapat dilepaskan dari peranan Mbah Merto. Rasa syukur bahwa kami boleh menjadi bagian dari keluarga besar Mbah Merto inilah yang mendorong kami untuk Nglumpukke Balung Pisah angkatan kami, angkatan Merto 98, atau sering kami menamai diri sebagai angkatan Djejak Pasoekan Andjing.

Kumpul Balung Pisah ini diadakan pada hari Sabtu – Minggu, 23 – 24 Juni 2018 di @K Hotel Kaliurang. Dari 72 orang (realnya sekarang 71 orang karena 1 orang teman sudah menghadap Sang Khalik), hadir 30 orang. Sebagian besar hadir bersama dengan istri dan anak-anaknya sehingga total yang hadir sekitar 72 orang.

Acara dimulai dengan Perayaan Ekaristi yang dipimpin oleh Rm. Ag Agus Widodo (Pr KAS), Rm. Al. Triyanto (Pr KAS) dan Rm. Alex Hendra, SJ.

Dalam homilinya, Rm. Alex Hendra SJ memaknai reuni ini sebagai bagian dari perjalanan panjang hidup kami masing-masing. Perjumpaan di Mertoyudan 20 tahun lalu adalah salah satu persimpangan yang mempertemukan dan memberikan bekal bagi kami untuk melangkah ke depan. Maka, reuni bukan sekedar nostalgia mengenang masa-masa indah, kenakalan-kenakalan dan semua pengalaman masa lalu.

Reuni menjadi satu titik persimpangan lain yang memberikan semangat dan aspirasi untuk menatap ke depan.

Setelah Perayaan Ekaristi, acara dilanjutkan dengan foto bersama dan makan malam. Sekitar pukul 19.30 acara dilanjutkan dengan memperkenalkan istri dan anak-anak yang dibawa. Setelah itu, Rm. Agus Widodo, Rm. Triyanto dan Rm. Hendra SJ memandu sharing tentang martabat mulia panggilan, baik imamat maupun hidup berkeluarga. Kedua panggilan itu mempunyai nilai luhur karena ikut ambil bagian dalam karya penciptaan dan penebusan Allah di dunia ini.

Tak ketinggalan, para istri pun ikut angkat bicara. Mereka memberikan kesaksian pengalaman suka duka mendampingi lulusan Merto. Sebagian besar angkat jempol karena para suami ex-merto tidak sungkan untuk membantu istri dalam pekerjaan rumah tangga (nyapu, ngepel, masak, dll).

Para suami ex-merto juga disanjung karena teliti dan cermat dalam mengatur keuangan, tegas dalam prinsip dan mempunyai sudut pandang luas dalam melihat berbagai persoalan. Kekurangannya secara umum hanya 1, yaitu keras kepala (ndableg).

Jam 21.00 acara ditutup dengan doa bersama dan berkat dari Rm. Hendra SJ. Setelah itu, acara bebas, ngobrol-ngobrol santai, ngombe-ngombe, rerembugan rencana reuni 25 tahun.
Hari Minggu setelah sarapan, ada dinamika kelompok, games dan acara seru-seruan. Jam 11.30 acara penutup diisi dengan laporan panitia reuni, pengumuman kepengurusan angkatan yang baru dan penunjukan ketua panitia Reuni 25 tahun.

Beberapa hal yang disepakati dalam acara reuni ini:
Reuni berikutnya tahun 2023 untuk mengingat kembali 25 th masuk seminari. Nek iso, kabeh dha wajib hadir bareng anak bojo
Kepengurusan DjPA ‘98
Lurah : Yohanes Deddy Setiawan
Sekjend : Paulus Dwi Febriarto
Bendahara : Andreas Bambang Sandi Asmoro
Korwil :
Wilayah Jogjakarta dsk : Bangun Parikesit
Wilayah Solo dsk : Andy Damardjati
Wilayah Semarang dsk : Tubagus
Wilayah Jabedetabek : Setya Gupita
Wilayah Bandung dsk : Ponco Wibowo
Wilayah Sulawesi, Kalimantan : Novianto
Wilayah Sumatera : Widya Nugroho
Wilayah Papua : Andriana Wahyu
Koord Pastores : Rm. Agus Widodo
Ketua Panitia Reuni 25 tahun : Wisnu Rasto Karnantio
Istri-istri akan membuat grup WA sendiri supaya bisa makin akrab.

Setelah makan siang, foto bersama dan salam-salaman, kami kembali ke tempat masing-masing dengan semangat dan tenaga yang lebih fresh.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here