Mendengar Kisah Rm. Sigit SVD Saat Mengusir Setan

0
1619

Rabu siang, 11 Juli 2018 saya baru saja selesai makan siang bersama Romo Sigit, SVD. Romo Sigit SVD tinggal di Wisma Soverdi, Jl. Matraman Raya 125, Jakarta Timur, sebelah, Gereja Santo Yoseph.

Romo Sigit SVD adalah KPP 81, Seminari Mertoyudan, teman mas Tomi, mas Yosep, dkk dalam Grup Sahabat Cripingan.

Sahabat Cripingan adalah wadah alumni dari seluruh seminari di Indonesia, yang mulai mengadakan acara kumpul-kumpul dan saya hadiri pertama kali tahun 1984 di salah satu kelas di STF Driyarkara, Jembatan Serong, Rawasari, Jakarta Pusat.

Angkatan KPP 81, baru saja sukses melaksanakan Pagelaran Koor siswa-siswa Seminari Mertoyudan di Jakarta.

Romo Sigit SVD memberikan renungan dalam acara bulanan di Persekutuan Doa di kantor PT. Uniair Indotama Cargo, Sunter, Jakarta Utara.

Romo Sigit SVD memberikan kesaksian, sudah sekitar 7 tahun terakhir ini berkarya di Jakarta & mengurusi TKI, Tenaga Kerja Imam SVD untuk ditempatkan di seluruh dunia.

Romo Sigit berkarya di karya Misi SVD untuk Provinsi SVD Indoleste, Indonesia & Timor Leste.

Sharing yang bagus sesuai dengan bacaan 11 Juli 2018: Lukas 9: 1-6: Yesus Mengutus Keduabelas Murid. Kita sebagai murid Kristus diutus untuk ambil bagian dalam pelayanan Kristus di dunia.

Dengan banyak contoh yang lucu saya kutip, “ketika Romo Sigit SVD memberikan pelayanan doa penyembuhan, ada yang histeris. Romo Sigit dalam kondisi ketakutan melihat di wajah ibu yang kerasukan itu, sosok yang bertaring dan bertanduk. Romo Sigit tidak pernah melihat sebelumnya sosok yang merasuki ibu itu.

Mengingat umat yang hadir meminta Romo Sigit untuk mengusir Roh yang merasuki ibu, maka Romo Sigit menumpangkan tangan di atas kepala ibu yang kerasukan itu dengan doa: Dengan Kuasa Yesus yang ada padaku, maka aku mengusir kamu. Pergilah engkau dari ibu ini”.

Kemudian ibu itu lemas, dan kemudian diistirahatkan di sakristi gereja Pademangan, Jakarta Utara.

Pengalaman di Pademangan itu merupakan pengalaman kedua romo Sigit dalam pelayanannya sebagai Imam yang tidak pernah memegang paroki.

Pengalaman sebelumnya terjadi di Salah satu Paroki di Bali.

Romo Sigit SVD setelah belajar di Indonesia melanjutkan pendidikan S-2 di De La Salle Univeristy, Phillipina untuk Counselling.

Terima kasih romo Sigit atas sharingnya tentang karya SVD di Indonesia dan sharing karya Romo Sigit yang luar biasa untuk mendampingi calon-calon Imam SVD dan sekarang ini romo Sigit berkarya dalam penempatan Imam-imam SVD untuk berkarya di seluruh dunia.

Berikut ini adalah beberapa photo bersama romo Sigit SVD, siang hari ini, Rabu 11 Juli 2018.

Salam,

Basuki Ismael, kpp 77

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here