Cara Bertindak yang Paling Pas untuk Zaman Ini

0
89

Setelah para Alumni Sekolah Jesuit menyadari panggilannya untuk orang lain, kita perlu mengidentifikasi cara bertindak yang paling proper untuk zaman ini (ways of proceedings suited for our times).

“Saat Kongregasi Jenderal 36, seluruh pemimpin Serikat Jesus sedunia (214 provinsial dan wakil) kumpul, kita mencoba menemukan apa cara bertindak yang paling tepat untuk zaman ini supaya kita bisa melayani orang lain,”ujar Provinsial Serikat Jesus Pater Sunu Hardiyanto SJ dalam diskusi bertajuk “Collaborative Networking, Cara Alumni Membangun Correct Leadership di Masyarakat pada Masa Pandemi dan Pasca Pandemi” secara online bersama Asosiasi Alumni Jesuit Indonesia, Sabtu, 11 Juli 2020.

Dalam hal ini, Serikat Jesus menemukan tiga hal yakni, discernment (penegasan rohani), collaboration (kolaborasi) dan networking (jejaring).

“Maka saya mengambil tema ini karena sungguh ini merupakan tema Serikat Jesus universal, yakni mengembangkan collaborative networking dengan discernment menggunakan pendayagunaan tiga daya jiwa,”tegas Pater Sunu.

Tiga daya jiwa berupa rasa, kehendak, dan nalar ini yang pernah diajarkan pada para alumni saat masih sekolah di kolese-kolese. Penggunaan tiga daya jiwa dalam hidup sehari-hari ini terutama dalam pengambilan keputusan. “Ini ada semangat magis, mencari yang paling baik. Pasti teman-teman mengalami ini. Bagaimana teman-teman diajak untuk menggunakan penalaran, mencermati rasa atau mikani rasa, dan menggunakan kehendak kuat,”ujar Pater Sunu.

Kolaborasi, kata Pater Sunu, merupakan kemurahan hati untuk kerja sama dalam setiap langkah. Ada rumus umum yang diperoleh Pater Sunu saat retret tentang hal ini. Bunyinya, kemurahan hati muncul dari syukur dan kerendahan hati.

“Kemurahan hati untuk bekerjasama pasti muncul dari orang yang rendah hati dan bersyukur. Aneh tapi nyata. Kemurahan hati untuk berkolaborasi pada gilirannya akan membangun keterbukaan pada Allah. Maka, kita bisa omong dengan teman-teman karena ada keterbukaan nalar, rasa, dan kehendak,”ujar Pater Sunu.

Tentang networking, refleksi Kongregasi Jenderal tahun 2016 menyebutkan, kolaborasi zaman ini akan selalu tumbuh sebagai jejaring. Melalui jejaring yang kuat seperti yang kita alami dalam jejaring kolese di seluruh dunia, kata Pater Sunu, kita bisa konek dengan teman-teman di Inggris, Belgia, Amerika, India, Amerika Latin, Afrika, dan lain-lain.

“Kita menyadari kelebihan kolese kita adalah jejaring yang dengan sangat gampang bicara dengan terminologi magis, discernment, latihan rohani, nalar, kehendak, examen. Kita bersama terlibat dalam jejaring itu mengembangkan human dignity. Ini yang kita kembangkan sama-sama, yakni martabat manusia,”ujar Pater Sunu menegaskan.

Cara bertindak kita selalu dengan discernment, membangun collaborative networking, networking yang berkeja sama, kata Pater Sunu.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here