Panggilan Alumni Sekolah Jesuit : Men and Women for Others

0
53
Panggilan alumni sekolah Jesuit menjadi man and women for others. Foto : https://www.gominno.com

Panggilan alumni sekolah-sekolah Jesuit adalah untuk orang lain (for others). “Ini hal yang luar biasa. Melihat seluruh gerak alumni, saya menangkap nada dasar panggilan alumni Kolese Jesuit: Women and Men for and with others. Kita semua dipanggil untuk berkarya bersama dan bagi orang lain. Kita semua sudah tahu semboyan ini di kolese dan di paroki-paroki, sudah sering disampaikan,”ujar Provinsial Serikat Jesus Pater Sunu Hardiyanto SJ dalam sesi diskusi bertajuk “Collaborative Networking, Cara Alumni Membangun Correct Leadership di Masyarakat pada Masa Pandemi dan Pasca Pandemi” secara online bersama Asosiasi Alumni Jesuit Indonesia, Sabtu, 11 Juli 2020.

Pater Sunu menegaskan, kalau orang sudah berani memikirkan orang lain itu dia merupakan A quality person alias pribadi berkualitas A (derajat paling tinggi dalam sebuah akreditasi lembaga). “Kalau perkumpulan mulai memikirkan orang lain itu adalah A quality institution,”ujar Pater Sunu.

Ciri khas alumni Jesuit, bagi Pater Sunu adalah pribadi berkualitas A, for others. Kesadaran ini, kata Pater Sunu juga menjadi kesadaran baru Serikat Jesus. Dalam Kongregasi Jendral 36, Serikat Yesus menyadari dirinya bersama-sama dengan yang lain adalah collaborator atau teman kerja Allah.

“Jesuit benar-benar mengubah cara pandang. Itu berarti, Anda dan kami para Jesuit itu sama. Yakni sama-sama kolaborator Allah, teman bekerja Allah. Anda bukan teman kami. Anda teman Allah, juga para Jesuit. Kita semua teman Allah,”ujar Pater Sunu.

Para Jesuit dan para sahabat, terutama Alumni Kolese dan Universitas Jesuit sama-sama merupakan sahabat Allah dalam membawa kemajuan bagi umat manusia dan dunia. Ke depan, kata Pater Sunu, Serikat Jesus yakin bahwa alumni akan menjadi penerus semangat Ignatian: penuh syukur, rendah hati, murah hati, magis, for others dan selalu terbuka pada orang lain dan pada Allah.

“Ini adalah spirit-spirit yang luar biasa yang kita nikmati selama kita makan (alumnare) di kolese-kolese kita. Makan apa? Makan pengalaman, pendidikan, persahabatan, kemurahan hati, dan sebagainya. Jadi, menjadi manusia untuk orang lain, itu adalah panggilan kita,”ujar Pater Sunu menegaskan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here